Lantik Pejabat Eselon II, Wali Kota Sabang Tekankan Disiplin: Jangan Biarkan Organisasi Ikut Terlambat

Foto | Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam memberikan arahan kepada sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama yang baru dilantik di lingkungan Pemerintah Kota Sabang, Jumat (28/8/2026).(dok.Aulia P untuk AGN)

Sabang.AGN — Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam meminta para pejabat pimpinan tinggi pratama yang baru dilantik untuk menjadikan disiplin sebagai bagian dari budaya kerja di lingkungan Pemerintah Kota Sabang.

Menurut Zulkifli, posisi kepala perangkat daerah tidak hanya berkaitan dengan tanggung jawab administratif dan pencapaian program, tetapi juga menyangkut kemampuan memberikan contoh kepada seluruh aparatur yang berada di bawah kepemimpinannya.

Pesan tersebut disampaikan Zulkifli saat memberikan arahan kepada sejumlah pejabat eselon II yang baru dilantik di lingkungan Pemerintah Kota Sabang, Jumat (28/8/2026).

Ia menilai persoalan ketepatan waktu perlu mendapat perhatian serius karena keterlambatan seorang pimpinan berpotensi berdampak terhadap keseluruhan aktivitas organisasi.

“Artinya, saya harapkan kepada Bapak-Ibu semuanya disiplin. Karena ketika terlambat, setengah jam saja, semuanya akan ikut terlambat,” kata Zulkifli.

Bagi Zulkifli, membangun kedisiplinan tidak cukup hanya melalui aturan atau instruksi. Sikap tersebut harus terlebih dahulu ditunjukkan oleh pimpinan agar dapat menjadi contoh nyata bagi aparatur di lingkungan kerja masing-masing.

Ia kemudian menceritakan pengalamannya ketika pernah menjalankan tugas sebagai pimpinan sementara DPR. Saat itu, ketepatan waktu dalam pelaksanaan agenda persidangan menjadi salah satu hal yang ia tekankan.

“Kalau saya harapkan sidang jam sembilan, jam sembilan dimulai. Besoknya sudah penuh. Artinya, kedisiplinan itu bisa dimulai oleh pimpinan,” ujarnya.

Karena itu, Zulkifli berharap pejabat yang baru mendapatkan amanah dapat membawa semangat baru di perangkat daerah masing-masing. Pergantian jabatan, kata dia, hendaknya tidak berhenti pada perubahan posisi, tetapi harus diikuti dengan peningkatan kinerja.

Para pejabat juga diminta segera memahami tugas dan tanggung jawab pada tempat yang baru. Penyesuaian tersebut diperlukan agar pelayanan pemerintahan tidak terganggu dan berbagai program yang telah direncanakan dapat terus berjalan.

Selain aspek internal organisasi, Zulkifli mengingatkan bahwa pejabat pimpinan tinggi pratama memiliki tanggung jawab besar dalam menerjemahkan kebijakan pemerintah daerah menjadi program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat.

Ia berharap para pejabat mampu melihat kebutuhan masyarakat sebagai bagian penting dalam menentukan arah kerja perangkat daerah yang dipimpinnya.

“Harapan kami, mudah-mudahan Bapak-Ibu yang barusan dilantik akan sangat membantu kebutuhan masyarakat Kota Sabang,” katanya.

Zulkifli menegaskan, rotasi, mutasi maupun penempatan pejabat merupakan bagian dari dinamika dan penyegaran dalam pemerintahan. Setiap pejabat yang memperoleh kepercayaan baru diharapkan dapat menjalankan amanah tersebut secara maksimal.

Menurutnya, jabatan merupakan tanggung jawab yang harus diwujudkan melalui kerja nyata, kedisiplinan, koordinasi serta pelayanan yang baik kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan walaupun di tempat yang baru, Bapak-Ibu bisa bekerja dengan sebaik mungkin untuk masyarakat dan Pemerintah Kota Sabang,” pungkasnya.

Ia berharap para pejabat baru dapat segera membangun pola kerja yang efektif di lingkungan masing-masing sehingga kedisiplinan dan kualitas pelayanan publik di Pemerintah Kota Sabang terus mengalami peningkatan.[DIKK]

0 Komentar