![]() |
| Foto | Olah visual menggunakan ChatGPT |
Sabang.AGN – Upaya meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini di Kota Sabang terus diperkuat.
Bunda PAUD Kota Sabang, Nuri Farisal, mengajak seluruh guru PAUD untuk mulai meninggalkan pola pembelajaran yang hanya berfokus pada penyampaian materi dan beralih menerapkan pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam yang lebih menekankan pengalaman belajar anak secara aktif, kreatif, dan bermakna.
Ajakan tersebut disampaikan Nuri saat membuka Pelatihan Pembelajaran Mendalam bagi Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) jenjang Taman Kanak-kanak (TK) se-Kota Sabang Tahun 2026 yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sabang, Selasa (4/8/2026).
Menurut Nuri, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum yang diterapkan, tetapi juga bergantung pada kemampuan pendidik dalam menciptakan suasana belajar yang mampu membangun rasa ingin tahu, kreativitas, dan karakter anak sejak usia dini. Karena itu, peningkatan kapasitas guru harus menjadi perhatian bersama.
Ia mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sabang yang telah menginisiasi pelatihan tersebut sebagai bagian dari pelaksanaan program kerja Bunda PAUD Kota Sabang. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi investasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan kompetensi para pendidik.
"Pelatihan ini menjadi momentum bagi para guru untuk memperkaya pengetahuan dan memperbarui metode pembelajaran. Anak-anak tidak hanya membutuhkan guru yang mampu mengajar, tetapi juga pendidik yang dapat membimbing mereka memahami lingkungan, berpikir kritis, serta tumbuh menjadi pribadi yang kreatif dan berkarakter," ujar Nuri.
Ia menjelaskan, konsep deep learning merupakan pendekatan pembelajaran yang memberi ruang lebih luas kepada anak untuk mengeksplorasi pengalaman belajar secara langsung. Dengan metode tersebut, peserta didik tidak sekadar menghafal materi, tetapi juga memahami makna dari setiap proses pembelajaran yang mereka jalani.
Pendekatan itu dinilai sejalan dengan upaya memperkuat layanan PAUD Holistik Integratif yang selama ini menjadi salah satu fokus pemerintah dalam mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Melalui layanan tersebut, aspek pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, hingga perlindungan anak diharapkan berjalan secara terpadu.
Nuri menambahkan bahwa masa usia dini merupakan periode emas (golden age) yang sangat menentukan perkembangan seseorang di masa depan. Oleh sebab itu, guru PAUD memiliki peran strategis dalam membangun fondasi karakter, kemampuan berpikir, keterampilan sosial, hingga kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan berikutnya.
Ia berharap seluruh peserta pelatihan dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di sekolah masing-masing sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh peserta didik. Menurutnya, peningkatan kompetensi guru harus berbanding lurus dengan meningkatnya kualitas layanan pendidikan di setiap satuan PAUD.
"Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan ini para guru mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih menyenangkan, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak. Dengan begitu, kualitas pendidikan anak usia dini di Kota Sabang akan terus mengalami peningkatan," katanya.
Pelatihan yang berlangsung selama empat hari, mulai 4 hingga 7 Agustus 2026 tersebut melibatkan guru, tenaga kependidikan, satuan pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan anak usia dini. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Bunda PAUD Kota Sabang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, perangkat daerah terkait, serta mitra pendidikan dalam memperkuat mutu layanan PAUD di Kota Sabang.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Sabang berharap lahir lebih banyak tenaga pendidik yang profesional, adaptif terhadap perkembangan dunia pendidikan, dan mampu menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi emas Indonesia dari Kota Sabang.[]

0 Komentar