
Foto | Ruas Jalan Balohan–Anoi Itam di kawasan Cot Bak Geutom atau Cot GT ditutup karena kondisi longsor yang dinilai membahayakan pengguna jalan.(dok.kreasi AI AGN)
Sabang.AGN — Penutupan ruas Jalan Balohan–Anoi Itam di kawasan Cot Bak Geutom atau Cot GT, Kota Sabang, membuat mobilitas masyarakat di dua gampong tersebut ikut terdampak. Jalur yang sebelumnya menjadi akses terdekat kini tidak dapat dilalui karena kondisi longsor dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Keuchik Gampong Balohan, Abdullah Imum, S.Sos., mengatakan penutupan ruas tersebut membuat jarak tempuh warga meningkat cukup signifikan. Masyarakat yang sebelumnya hanya membutuhkan perjalanan sekitar satu kilometer kini harus mengambil jalur alternatif dengan jarak mencapai tujuh hingga delapan kilometer atau lebih.
Menurut Abdullah, kondisi itu paling dirasakan warga yang memiliki aktivitas sehari-hari di kawasan sekitar jalur tersebut. Ruas jalan Balohan–Anoi Itam selama ini tidak hanya berfungsi sebagai penghubung kedua gampong, tetapi juga menjadi akses masyarakat menuju kebun dan berbagai lokasi aktivitas lainnya.
“Ini sangat penting karena jalan ini yang menghubungkan kedua kampung. Kalau sekarang ditutup, warga Anoi Itam menuju Balohan harus berkeliling sampai 7-8 kilometer lebih, sementara sebelumnya cuma sekitar 1 kilometer,” kata Abdullah Imum, Rabu (26/8/2026).
Ia memahami keputusan menutup jalan tersebut diambil dengan mempertimbangkan faktor keselamatan. Kondisi longsor yang terjadi di kawasan Cot Bak Geutom membuat jalur tersebut berisiko bagi masyarakat apabila tetap dipaksakan untuk dilintasi.
Meski demikian, penutupan akses tersebut dinilai tidak boleh menjadi solusi yang berlangsung tanpa batas waktu. Pemerintah diharapkan segera menentukan langkah penanganan sehingga masyarakat memiliki kepastian mengenai kapan jalur tersebut dapat kembali difungsikan.
“Suka tidak suka memang harus ditutup demi keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.
Abdullah berharap pemerintah segera memikirkan pembangunan atau perbaikan kembali ruas jalan yang mengalami kerusakan. Menurutnya, keberadaan jalur tersebut sangat penting untuk menunjang aktivitas masyarakat sekaligus memperpendek konektivitas antara Gampong Balohan dan Anoi Itam.
“Kita sebagai kepala pemerintah kampung juga mewakili masyarakat. Kita mendesak agar pembangunan jalan ini segera dipikirkan kembali. Yang penting jalan bisa digunakan normal lagi untuk kelancaran warga ke kebun dan menghubungkan dua kampung,” katanya.
Ia menilai penanganan akses tersebut membutuhkan perhatian dari berbagai tingkatan pemerintahan. Persoalan jalan penghubung antargampong tersebut diharapkan tidak hanya menjadi perhatian Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), tetapi juga Pemerintah Kota Sabang serta pemerintah di tingkat provinsi hingga pusat.
Abdullah menegaskan, masyarakat pada dasarnya memahami aspek keselamatan yang menjadi alasan penutupan jalan. Namun, kebutuhan terhadap akses transportasi yang aman dan layak juga harus segera dijawab melalui langkah perbaikan yang terukur agar aktivitas warga tidak terus terganggu.
Ia berharap adanya sinergi antara seluruh pihak dapat mempercepat penanganan kawasan longsor sekaligus mengembalikan fungsi jalan sebagai jalur penghubung utama bagi masyarakat Balohan dan Anoi Itam.[DIKK]
0 Komentar