
Baru
Meluncur, Sprinto Langsung Catat Hampir 500 Pemesanan di GJAW 2025(Sprinto)
Jakarta.AGN - Kepastian peluncuran motor listrik nasional oleh Presiden RI Prabowo Subianto kian benderang.
Pemerintah menegaskan bahwa kendaraan roda dua ramah lingkungan yang bakal diperkenalkan dalam waktu dekat tersebut merupakan murni hasil karya anak bangsa.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan hal tersebut saat ditemui di Kompleks Istana, Jakarta, Selasa (21/7/2026).
"Motor listrik nasional hasil karya
anak bangsa yang sekali lagi ini membuktikan bahwa sesungguhnya kalau kita
memiliki kehendak, kalau kita memiliki keinginan, ya bangsa Indonesia akan
mampu mencapainya," kata Prasetyo.
![]() |
| PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur melakukan pengadaan 500 unit Polytron Fox 350.(Foto: Polytron) |
Prasetyo juga meminta masyarakat untuk maklum dan bergotong
royong apabila dalam tahap awal nanti masih ditemui berbagai kekurangan.
Menurutnya, hal terpenting adalah keberanian untuk memulai kemandirian industri
otomotif domestik.
Menanti Kejelasan Definisi "Motor Listrik Nasional"
Meskipun gaung peluncurannya makin santer, hingga kini
publik masih menanti detail bentuk dari motor listrik nasional tersebut.
![]() |
| Dukung Dash Electric Akselerasi Infrastruktur Logistik Berbasis EV Melalui Penyediaan Hingga 500 Unit Motor Listrik ALVA N3(Kalista) |
Pertanyaan besarnya adalah apakah yang dimaksud adalah merek murni lokal dengan fasilitas pabrik di Indonesia, ataukah merek luar negeri yang berinvestasi serta melakukan perakitan lokal di Indonesia?
Sebab jika
melihat lanskap industri roda dua berbasis baterai saat ini, ekosistem
manufaktur di Tanah Air sebenarnya sudah diisi oleh berbagai pemain kuat, baik
merek murni lokal maupun merek global yang telah melakukan lokalisasi produksi.
Merek Lokal dengan Fasilitas Pabrik di Indonesia
Di jajaran merek domestik, Indonesia sebenarnya sudah
memiliki deretan produsen yang mengoperasikan pabrik perakitan sendiri dan
terus menggenjot nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN):
- Indomobil Emotor: Menghadirkan lini produk seperti Adora, Sprinto, Tyranno, Tyranno X, QT, dan QT Pro yang diproduksi di pabrik PT National Assemblers, Cakung, Jakarta Timur.
- Polytron EV: Mengandalkan seri Fox 200, Fox 350, hingga Fox 500 yang keluar dari fasilitas produksi Polytron di Sayung (Demak) dan Sidorekso (Kudus), Jawa Tengah.
- United E-Motor: Memiliki deretan model yang cukup luas mulai dari MT1500, TX 3000, TX 1800, T 1800, SL150, MX 1200 Li, MX 1200, C2000, hingga RX 6000 yang dirakit di Plant 3 Curug, Kabupaten Tangerang, Banten.
- Alva: Mengusung jajaran model N3 Next Gen, One XP, Cervo, Cervo X, serta Cervo Q yang diproduksi di pabrik modern Delta Silicon Industrial Park, Cikarang, Jawa Barat.
- Volta: Memproduksi model 401, GV1, eX, PatriotX, MandalaX, Eagle, Cyrus, Virgo, hingga Mandala di kawasan industri Ngaliyan, Semarang, Jawa Tengah.
- Selis & Smoot: Selis mengandalkan lini E-Max, Go Plus, Agats, dan Neo Scootic, sementara Smoot memproduksi model Zuzu dan De Sultan. Kedua merek ini sama-sama merakit produknya di Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten.
Merek Luar Negeri yang Sudah Perakitan Lokal
Di sisi lain, beberapa merek asal luar negeri juga tidak
tinggal diam. Mereka telah menanamkan investasi dengan mendirikan pabrik
perakitan di Indonesia guna memenuhi syarat TKDN serta regulasi pemerintah:
- Honda: Raksasa Jepang ini telah merakit secara lokal lini motor listriknya seperti ICON e:, EM1 e:, EM1 e:+, dan CUV e: di fasilitas produksi Pegangsaan, Jakarta Utara.
- TVS: Pabrikan asal India ini merakit lini motor listrik unggulannya, iQube S, di fasilitas pabrik TVS Motor Company Indonesia yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat.
- Omoway: Merek baru yang datang mengusung teknologi pintar ini merakit model perdananya, OMO-X, di Balaraja, Tangerang, Banten.
Melihat matangnya kesiapan fasilitas manufaktur di atas,
langkah Presiden Prabowo yang bakal meluncurkan motor listrik nasional diyakini
akan menjadi momentum akselerasi yang sangat berharga bagi peta elektrifikasi
di Tanah Air.
Dilansir dari laman : KOMPAS.com




0 Komentar