Kepala SMAN 1 Sabang Baru Usung Pendekatan Humanis untuk Tingkatkan Disiplin dan Prestasi


Foto | Kepala SMA Negeri 1 Sabang, Helmi, memilih pendekatan humanis dalam membangun budaya disiplin dan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi siswa.(dok.acehglobalnews.id)
Sabang.AGN – Helmi, S.Pd.I. resmi mengemban tugas sebagai Kepala SMA Negeri 1 Sabang setelah dilantik oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), pada 23 Juli 2026. 

Memulai kepemimpinannya, Helmi membawa sejumlah program pembenahan yang difokuskan pada peningkatan kedisiplinan, pengembangan potensi siswa, serta perbaikan lingkungan belajar.

Menurut Helmi, SMA Negeri 1 Sabang memiliki sumber daya dan potensi yang besar untuk melahirkan prestasi. Namun, potensi tersebut dinilai belum tergali secara maksimal sehingga perlu mendapat perhatian serius melalui pembinaan yang berkelanjutan.

"Kalau kita melihat potensi SMA Negeri 1 Sabang ini sebenarnya sangat besar. Tinggal bagaimana potensi siswa-siswi tersebut kita gali, kita tingkatkan, kemudian kita kembangkan secara maksimal agar mampu melahirkan prestasi yang lebih baik," ujarnya.

Ia mengatakan, langkah awal yang dilakukan setelah dipercaya memimpin sekolah adalah membangun komunikasi dengan dewan guru dan para siswa. Selain itu, ia mulai melakukan penataan terhadap lingkungan sekolah agar lebih nyaman dan mendukung proses belajar mengajar.

Menurutnya, suasana sekolah yang asri belum cukup jika tidak dibarengi dengan lingkungan belajar yang benar-benar memberikan kenyamanan bagi peserta didik maupun tenaga pendidik. Karena itu, pembenahan akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan sekolah.

Helmi menegaskan, salah satu fokus utamanya adalah meningkatkan kedisiplinan, baik bagi tenaga pendidik maupun peserta didik. Ia meyakini budaya disiplin akan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mendorong lahirnya berbagai prestasi akademik maupun nonakademik.

Selain itu, perhatian juga akan diarahkan pada pengembangan bakat siswa yang selama ini dinilai belum sepenuhnya terfasilitasi. Menurutnya, sekolah harus mampu menjadi ruang bagi setiap peserta didik untuk mengembangkan kemampuan sesuai minat dan potensinya.

Di sisi lain, Helmi mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan pada sarana dan prasarana sekolah. Kondisi tersebut menjadi salah satu prioritas yang akan dibenahi secara bertahap agar proses pembelajaran dapat berlangsung lebih optimal.

Dalam menerapkan kedisiplinan, Helmi memilih pendekatan yang lebih humanis. Ia mengaku lebih mengedepankan dialog dengan siswa dibandingkan memberikan hukuman tanpa penjelasan. Setiap pelanggaran yang terjadi akan diselesaikan melalui komunikasi untuk mengetahui akar permasalahan yang dihadapi siswa.

"Saya ingin membangun persepsi bahwa lingkungan belajar tidak harus dibentuk dengan kekerasan. Disiplin tetap harus ditegakkan, tetapi melalui pendekatan yang baik, komunikasi yang terbuka, dan kedekatan dengan siswa. Dengan begitu mereka akan lebih memahami tanggung jawabnya sebagai pelajar," katanya.

Helmi berharap, melalui pembenahan yang dilakukan secara bertahap, SMA Negeri 1 Sabang mampu meningkatkan kualitas pendidikan dan kembali melahirkan berbagai prestasi yang membanggakan, baik di tingkat daerah maupun nasional.[DIKK]


0 Komentar