
Foto | Plt Kepala Kankemenag Kota Sabang Eriadi, ST membuka Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kota Sabang 2026 di lapangan upacara MAN Sabang, Senin (7/9/2026).(dok.kreasi AI AGN)
Sabang.AGN – Sebanyak 84 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kota Sabang mulai menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kota Sabang 2026. Ajang kompetisi akademik tersebut menjadi ruang bagi siswa madrasah untuk menguji kemampuan sekaligus membangun mental berprestasi.
OMI tingkat Kota Sabang secara resmi dibuka Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sabang, Eriadi, ST, di lapangan upacara MAN Sabang, Senin (7/9/2026). Kompetisi tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga 9 September 2026.
Dalam arahannya, Eriadi meminta para peserta tidak ragu menetapkan cita-cita tinggi. Menurutnya, keberanian bermimpi harus dibarengi dengan kesungguhan dalam belajar dan kemampuan menunjukkan potensi yang dimiliki masing-masing siswa.
Ia juga mengingatkan peserta agar tidak menjadikan hasil akhir sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan. Proses mengikuti perlombaan, menghadapi tantangan, serta belajar dari peserta lain dinilai sama pentingnya dalam membentuk karakter dan kesiapan generasi muda.
“Anak-anak madrasah harus mampu menunjukkan bahwa mereka memiliki kualitas dan prestasi. Bermimpilah untuk menjadi yang terbaik, tetapi jangan pernah mengesampingkan ilmu dan proses belajar,” pesan Eriadi kepada para peserta.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kankemenag Kota Sabang, Hj. Nuranifah, S.Ag., M.Pd., menyebutkan peserta OMI tahun ini berasal dari tiga kelompok jenjang pendidikan. Rinciannya, 36 peserta merupakan siswa MA/SMA, 18 siswa MTs/SMP, sedangkan 30 peserta lainnya berasal dari jenjang MI/SD.
Menurut Nuranifah, penyelenggaraan OMI tidak hanya bertujuan mencari siswa dengan kemampuan akademik terbaik. Kompetisi tersebut juga menjadi sarana untuk menemukan dan mengembangkan potensi peserta didik agar lebih percaya diri dalam menghadapi berbagai tantangan.
Ia berharap pelaksanaan OMI tingkat Kota Sabang dapat menghasilkan peserta yang mampu melanjutkan perjuangan pada tahapan kompetisi berikutnya hingga tingkat nasional. Prestasi siswa dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk memperkuat citra madrasah di Kota Sabang.
Nuranifah juga mengajak seluruh unsur pendidikan untuk membangun kerja sama dalam meningkatkan kualitas madrasah. Dukungan kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan para pendamping dinilai penting agar potensi siswa dapat dikembangkan secara maksimal.
“Harapan kita akan muncul siswa terbaik dari Sabang yang mampu melaju hingga tingkat nasional. Madrasah harus terus kita dorong agar semakin dikenal melalui prestasi yang diraih peserta didiknya,” ujarnya.
Pembukaan OMI turut dihadiri Ketua Kelompok Kerja Madrasah (K2M) Kota Sabang, Saddam Khadafi, S.Pd.I., M.Pd., para kepala madrasah, jajaran Seksi Pendidikan Madrasah, guru dan tenaga kependidikan MAN Sabang, guru pendamping, serta perwakilan peserta.
Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta akan berkompetisi sesuai jenjang masing-masing. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi pengalaman berharga bagi siswa sekaligus mendorong munculnya lebih banyak generasi berprestasi dari madrasah di Kota Sabang.[DIKK]
0 Komentar