
Foto | Para siswa mendapat penjelasan mengenai proses pembibitan dan perawatan tanaman buah naga saat mengikuti kunjungan edukasi di Jaboi.(dok.Razie RRI Sabang untuk AGN)
Sabang.AGN — Belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Sebanyak 24 siswa SDIT Al-Fath Sabang diajak mengenal lingkungan dan budidaya tanaman secara langsung melalui kegiatan Field Trip ke kebun buah naga di kawasan Jaboi, Kota Sabang.
Kunjungan edukasi tersebut menjadi Field Trip perdana yang dilaksanakan SDIT Al-Fath Sabang. Dalam kegiatan itu, para siswa tidak hanya melihat tanaman buah naga, tetapi juga mendapatkan penjelasan mengenai tahapan budidaya, mulai dari pembibitan, penanaman hingga perawatan tanaman.
Kepala SDIT Al-Fath Sabang, Qanita Bilqisti, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai sarana pembelajaran di luar sekolah agar siswa memperoleh pengalaman yang lebih nyata. Menurutnya, melihat dan mempelajari tanaman secara langsung dapat membantu anak-anak memahami materi yang sebelumnya hanya mereka kenal melalui pembelajaran di kelas.
“Alhamdulillah, kita sudah melakukan kegiatan Field Trip SDIT Al-Fath Sabang yang pertama kalinya di kebun buah naga Jaboi. Kegiatan ini sekaligus untuk mengedukasi anak-anak supaya lebih mengenal lingkungan dan buah naga, termasuk cara merawat dan menanamnya,” ujar Qanita Bilqisti, Kamis (3/9/2026).
Ia menjelaskan, sebanyak 24 siswa mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Para siswa diberikan kesempatan untuk mengamati tanaman buah naga sekaligus mengenal proses pertumbuhannya. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat kembali dibagikan kepada teman-teman mereka di sekolah.
Pihak sekolah juga berharap kegiatan pembelajaran luar kelas seperti ini dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa terhadap lingkungan sekitar. Selain memperkenalkan dunia pertanian sejak dini, kegiatan tersebut dinilai dapat memberikan pemahaman kepada anak-anak bahwa tanaman membutuhkan proses dan perawatan agar dapat tumbuh serta menghasilkan buah.
Sementara itu, Pengelola Dragon Park Kolam Air Panas Jaboi, Muhammad Ichsan, menyambut baik kunjungan para siswa SDIT Al-Fath Sabang. Ia menilai kegiatan Outing Class dengan mengangkat tema budidaya buah naga merupakan bentuk pembelajaran yang memberikan pengalaman berbeda bagi peserta didik.
Menurut Ichsan, sebagian siswa yang mengikuti kunjungan tersebut bahkan baru pertama kali melihat tanaman buah naga secara langsung. Kondisi itu membuat kegiatan semakin menarik karena anak-anak dapat melihat bentuk tanaman, mengetahui cara merawatnya, sekaligus memperoleh penjelasan mengenai proses pembibitan.
“Kita berharap kegiatan ini bermanfaat untuk anak-anak. Tadi kegiatannya semarak dan mereka menikmatinya. Ada anak-anak yang memang baru pertama sekali melihat pohon buah naga. Mereka tertarik dan termotivasi untuk mengetahui bagaimana cara pembibitan, merawat, dan menyiramnya,” kata Muhammad Ichsan.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sehingga kawasan Jaboi tidak hanya menjadi lokasi wisata, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu ruang pembelajaran bagi anak-anak. Interaksi langsung dengan lingkungan dinilai mampu memberikan pengalaman yang lebih mudah diingat oleh siswa.
Kegiatan Field Trip tersebut sekaligus memperkenalkan potensi lingkungan dan budidaya yang ada di kawasan Jaboi kepada generasi muda. Bagi SDIT Al-Fath Sabang, pengalaman pertama ini diharapkan menjadi awal dari kegiatan pembelajaran luar kelas lainnya yang dapat menggabungkan unsur edukasi, lingkungan dan pengenalan potensi lokal Kota Sabang.[DIKK]
0 Komentar