
Foto | Fachrizal Ambia, M.Pd. menerima penghargaan pada Malam Penganugerahan Insan Olahraga Aceh Tahun 2026 di Banda Aceh.(dok.AGN)
Banda Aceh.AGN – Kiprah Fachrizal Ambia, M.Pd. dalam pembinaan olahraga mendapat apresiasi dari Pemerintah Aceh. Dosen Universitas Syiah Kuala (USK) yang juga aktif sebagai pembina UKM Taekwondo USK dan pelatih taekwondo Kota Sabang itu menerima penghargaan pada Malam Penganugerahan Insan Olahraga Aceh Tahun 2026.
Penganugerahan tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap sejumlah pihak yang dinilai memiliki kontribusi dalam pengembangan olahraga di Aceh. Fachrizal termasuk di antara insan olahraga yang mendapat apresiasi dalam kegiatan yang digelar di Gedung Serbaguna Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh.
Bagi Fachrizal, penghargaan tersebut tidak semata-mata menjadi pengakuan terhadap kiprahnya sebagai pelatih. Ia justru memandang apresiasi itu sebagai hasil dari proses panjang yang dijalani bersama atlet, sesama pelatih serta pihak-pihak yang selama ini memberikan dukungan terhadap pembinaan taekwondo.
“Ini merupakan reward luar biasa yang diberikan oleh Pemerintah Aceh kepada saya dan atlet. Tetapi bagi saya, penghargaan ini bukan hanya tentang pribadi. Ini merupakan hasil kolaborasi tim yang kuat, mulai dari tim pelatih dan atlet hingga pihak-pihak yang terus memberikan dukungan,” ujar Fachrizal, Sabtu (12/9/2026) malam.
Aktivitas Fachrizal sendiri tidak hanya berlangsung di arena olahraga. Di lingkungan akademik, ia tercatat sebagai dosen pada Jurusan Pendidikan Olahraga, Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek), FKIP USK.
Sementara di luar kampus, ia tetap menjalankan peran dalam pembinaan atlet taekwondo. Dua bidang tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan Fachrizal, antara dunia pendidikan dan pembinaan olahraga prestasi.
Ia menilai keberhasilan seorang atlet tidak mungkin dibangun hanya melalui kemampuan individu. Program latihan yang terarah memang menjadi bagian penting, namun keberhasilan pembinaan juga membutuhkan dukungan dari organisasi olahraga, pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat hingga lingkungan sekitar atlet.
Karena itu, penghargaan yang diterimanya diharapkan dapat menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan olahraga, sekaligus mendorong para atlet dan pelatih agar tidak berhenti mengejar prestasi.
“Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berbuat lebih baik. Bukan hanya bagi saya, tetapi juga bagi atlet dan pelatih agar terus memberikan kontribusi untuk olahraga Aceh,” katanya.
Fachrizal turut menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada para atlet, pelatih serta seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam perjalanan pembinaan yang dilakukannya.
Menurutnya, apresiasi yang diterima pada 2026 bukanlah akhir dari perjalanan. Sebaliknya, penghargaan tersebut menjadi tambahan motivasi untuk terus melahirkan pembinaan yang berkualitas dan prestasi baru bagi olahraga Aceh.
“Prestasi tidak lahir dari satu orang. Ada kerja tim, proses panjang, dan dukungan banyak pihak di belakangnya,” tutup Fachrizal.[DIKK]
0 Komentar