![]() |
| Foto | BMKG Aceh mengeluarkan pembaruan peringatan dini cuaca untuk sejumlah wilayah Aceh pada Senin (14/9/2026).(dok.BMKG untuk AGN) |
Banda Aceh.AGN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh kembali mengeluarkan pembaruan peringatan dini cuaca pada Senin (14/9/2026). Sejumlah wilayah Aceh masih berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.
Pembaruan peringatan tersebut dikeluarkan pada pukul 13.44 WIB, dengan potensi cuaca buruk diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 13.54 WIB. Kondisi tersebut diprakirakan masih dapat berlangsung hingga pukul 17.14 WIB.
Berdasarkan informasi Prakirawan BMKG Aceh, wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang tersebar di sejumlah kabupaten.
Di Aceh Tenggara, kondisi tersebut berpotensi terjadi di Kecamatan Darul Hasanah. Sementara di Aceh Timur meliputi Serbajadi.
Wilayah Aceh Barat yang masuk dalam peringatan dini antara lain Sungai Mas, Woyla, Bubon, Arongan Lambalek, Pante Ceureumen, Woyla Barat, Woyla Timur, Panton Reu.
Di Aceh Besar, potensi cuaca buruk mencakup Lhoong, Lhoknga, Indrapuri, Seulimeum, Sukamakmur, Lembah Seulawah, Kota Jantho, Kota Cot Glie, Kuta Malaka, Simpang Tiga, Darul Kamal dan Leupung.
Untuk Kabupaten Pidie, wilayah yang masuk peringatan meliputi Mila, Sakti, Tangse, Tiro/Truseb, Keumala, Mutiara Timur, Mane dan Titeue. Sementara Kabupaten Simeulue mencakup Simeulue Tengah, Salang, Simeulue Barat, Teupah Selatan dan Teupah Tengah.
Peringatan juga berlaku di sejumlah kecamatan di Bireuen, yakni Samalanga, Jeunieb, Pandrah, Simpang Mamplam dan Peulimbang. Kemudian di Gayo Lues meliputi Blangkejeren, Pining, Blangpegayon dan Dabun Gelang.
Aceh Jaya menjadi salah satu wilayah dengan cakupan cukup luas, meliputi Teunom, Krueng Sabee, Setia Bhakti, Sampoiniet, Jaya, Panga, Indra Jaya, Darul Hikmah dan Pasie Raya. Sementara di Bener Meriah meliputi Bandar, Bukit dan Bener Kelipah.
Kabupaten Pidie Jaya juga masuk dalam wilayah yang berpotensi terdampak, khususnya Kecamatan Meureudu.
Berpotensi Meluas
BMKG juga memperingatkan bahwa kondisi cuaca tersebut dapat meluas ke sejumlah wilayah lainnya di Aceh.
Di Aceh Tengah, potensi perluasan mencakup Danau Laut Tawar, Linge, Silih Nara, Bebesen, Pegasing, Bintang, Ketol, Kebayakan, Kute Panang, Celala, Laut Tawar, Atu Lintang, Jagong Jeget, Bies dan Rusip Antara.
Potensi perluasan juga mencakup sejumlah kecamatan di Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Aceh Timur dan Aceh Barat. Di antaranya Labuhan Haji, Meukek, Samadua, Sawang, Labuhan Haji Timur, Labuhan Haji Barat, Kluet Tengah, Kluet Timur, Ketambe, Tanoh Alas, Birem Bayeun, Rantau Selamat, Rantau Peureulak, Pante Bidari, Madat, Indra Makmu, Simpang Jernih dan Peunaron.
Di Aceh Besar, wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Montasik, Darul Imarah, Peukan Bada, Mesjid Raya, Ingin Jaya, Kuta Baro, Darussalam, Pulo Aceh, Baitussalam, Krueng Barona Jaya dan Blang Bintang.
Sementara di Pidie, cakupannya antara lain Batee, Delima, Geumpang, Geulumpang Tiga, Indra Jaya, Kembang Tanjong, Kota Sigli, Muara Tiga, Mutiara, Padang Tiji, Peukan Baro, Pidie, Simpang Tiga, Grong-grong dan Glumpang Baro.
Wilayah Aceh Utara yang berpotensi mengalami perluasan cuaca meliputi Baktiya, Dewantara, Kuta Makmur, Lhoksukon, Matangkuli, Muara Batu, Meurah Mulia, Samudera, Seunuddon, Syamtalira Aron, Syamtalira Bayu, Tanah Luas, Tanah Pasir, Tanah Jambo Aye, Sawang, Nisam, Cot Girek, Langkahan, Baktiya Barat, Paya Bakong, Nibong, Simpang Kramat, Lapang, Pirak Timur, Geuredong Pase, Banda Baro dan Nisam Antara.
Di Simeulue meliputi Teupah Barat, Simeulue Timur, Teluk Dalam, Alapan dan Simeulue Cut. Sementara Aceh Singkil mencakup Pulau Banyak dan Pulau Banyak Barat.
Untuk Bireuen, wilayah yang masuk potensi perluasan antara lain Peudada, Jeumpa, Peusangan, Makmur, Gandapura, Juli, Jangka, Kota Juang, Kuala, Peusangan Siblah Krueng, Peusangan Selatan dan Kuta Blang.
Aceh Barat Daya juga berpotensi terdampak di Blang Pidie, Tangan-tangan, Manggeng, Susoh, Kuala Batee, Babah Rot, Setia, Jeumpa dan Lembah Sabil. Kemudian Gayo Lues meliputi Kutapanjang, Rikit Gaib, Terangun, Puteri Betung, Blangjerango, Teripe Jaya dan Pantan Cuaca.
Di Nagan Raya, wilayah yang berpotensi mengalami cuaca buruk mencakup Kuala, Seunagan, Seunagan Timur, Beutong, Darul Makmur, Suka Makmue, Kuala Pesisir, Tadu Raya, Tripa Makmur dan Beutong Ateuh Banggalang.
Potensi perluasan juga mencakup wilayah Tamiang Hulu, Bandar Pusaka dan Tenggulun di Aceh Tamiang. Sementara di Bener Meriah meliputi Pintu Rime Gayo, Permata, Syiah Utama, Wih Pesam, Timang Gajah, Mesidah dan Gajah Putih.
Di Pidie Jaya, wilayah yang masuk potensi perluasan mencakup Ulim, Jangka Buaya, Bandar Dua, Meurah Dua, Bandar Baru, Panteraja dan Trienggadeng.
Untuk wilayah perkotaan, BMKG mencatat potensi cuaca buruk dapat meluas ke sejumlah kecamatan di Kota Banda Aceh, yakni Baiturrahman, Kuta Alam, Meuraxa, Syiah Kuala, Lueng Bata, Kuta Raja, Banda Raya, Jaya Baru dan Ulee Kareng.
Kota Sabang juga masuk dalam wilayah yang berpotensi terdampak, meliputi Kecamatan Sukakarya dan Sukajaya. Sementara di Kota Lhokseumawe mencakup Muara Dua, Banda Sakti, Blang Mangat dan Muara Satu.
BMKG mengingatkan kondisi cuaca tersebut masih dapat berkembang dan meluas ke wilayah sekitar. Masyarakat di daerah yang masuk dalam peringatan dini diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi petir, angin kencang, genangan maupun dampak lain yang dapat muncul akibat hujan berintensitas sedang hingga lebat.
Peringatan dini ini berdasarkan pembaruan Prakirawan BMKG Aceh pada Senin (14/9/2026) pukul 13.44 WIB dan diprakirakan berlangsung hingga pukul 17.14 WIB.[ARD]
.jpeg)
0 Komentar