
Foto | Warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara saat menerima bantuan pascabencana.(dok.Randi untuk AGN)
Aceh Utara.AGN – Proses penyaluran bantuan bagi korban banjir Aceh Utara yang terjadi pada November 2025 masih berlanjut. Hingga saat ini, sebanyak 63.718 korban masih menunggu pencairan bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI.
Bantuan yang dimaksud mencakup jatah hidup (jadup), isi hunian, serta stimulan ekonomi bagi masyarakat terdampak bencana.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Utara, Fakhrurradhi, mengatakan penyaluran bantuan telah dilakukan secara bertahap. Namun, masih terdapat penerima yang belum memperoleh seluruh jenis bantuan karena proses perbaikan dan pemadanan data.
Menurutnya, sebagian data pada pencairan tahap pertama dan kedua ditemukan ketidaksesuaian sehingga harus dilakukan pengusulan ulang. Untuk kelompok tersebut, terdapat 35.363 kepala keluarga yang kembali diusulkan.
Sementara itu, untuk pencairan tahap keempat tercatat sebanyak 28.355 kepala keluarga. Jika seluruh proses administrasi berjalan sesuai rencana, pencairan bantuan tersebut diperkirakan sudah dapat dilakukan pada pekan depan.
“Sebagian dari tahap satu dan tahap dua itu terjadi kesalahan data. Sehingga kita usulkan kembali jumlahnya 35.363 kepala keluarga. Sedangkan tahap empat jumlahnya 28.355 kepala keluarga. Kemungkinan pekan depan sudah bisa dicairkan,” kata Fakhrurradhi, Kamis (10/9/2026).
Ia menjelaskan, pencairan bantuan tidak dapat dilakukan sekaligus karena harus melalui sejumlah tahapan. Data penerima terlebih dahulu dipastikan dan dipadankan dengan data di Kementerian Dalam Negeri RI sebelum diteruskan kepada Kementerian Sosial untuk proses pencairan melalui PT Pos Indonesia.
Fakhrurradhi meminta masyarakat terdampak memahami mekanisme tersebut. Menurutnya, penggunaan anggaran negara harus mengikuti prosedur dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga proses verifikasi data menjadi bagian penting sebelum bantuan disalurkan.
“Kami minta masyarakat bersabar. Kita terus mengoreksi data yang salah, lalu mengusulkannya kembali. Jadi butuh waktu untuk itu, harap bersabar,” terangnya.
Secara keseluruhan, nilai bantuan yang telah dicairkan untuk masyarakat terdampak banjir di Aceh Utara disebut telah mencapai lebih dari Rp153 miliar.
Namun, pola penyaluran yang dilakukan secara bertahap membuat sebagian penerima belum mendapatkan tiga jenis bantuan secara bersamaan. Kondisi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat yang terdampak banjir.
Fakhrurradhi memastikan bantuan dari Kemensos RI tetap akan diberikan sesuai hak penerima. Ia mencontohkan, ada desa yang telah memperoleh jatah hidup, tetapi bantuan stimulan ekonomi atau isi hunian belum diterima.
“Jangan khawatir, akan diberikan bantuan lengkap dari Kementerian Sosial RI. Hanya saja, butuh waktu. Sebagian desa misalnya sudah menerima bantuan jatah hidup, namun belum menerima bantuan stimulant ekonomi atau sebaliknya. Ini semua akan diberikan tuntas,” katanya.[ZAK]
0 Komentar