20 Menit Diselami, Korban Tenggelam di Sungai Pelanggahan Banda Aceh Ditemukan

Foto | Tim SAR melakukan penyelaman untuk mencari Muhammad Yanis yang tenggelam di Sungai Pelanggahan, Banda Aceh, Jumat (4/9/2026).(dok.Humas Timsar untuk AGN)

Banda Aceh.AGN – Upaya pencarian terhadap Muhammad Yanis (24), warga Keudah, Banda Aceh, yang tenggelam di Sungai Pelanggahan, Kecamatan Kutaraja, berakhir setelah tim SAR menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia, Jumat (4/9/2026) malam.

Korban ditemukan setelah tim rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banda Aceh melakukan penyelaman di sekitar lokasi kejadian. Yanis ditemukan pada kedalaman sekitar 2 hingga 3 meter dari titik terakhir dirinya dilaporkan tenggelam.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, Yanis bersama seorang temannya sedang berenang di kawasan Sungai Pelanggahan. Namun, korban kemudian terseret arus sungai hingga akhirnya tenggelam dan tidak terlihat lagi.

Informasi mengenai kejadian tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banda Aceh pada pukul 18.00 WIB dari salah seorang warga. Setelah menerima laporan, Basarnas langsung mengerahkan tim rescue menuju lokasi untuk melakukan pencarian dan pertolongan.

Sekitar pukul 18.15 WIB, personel Basarnas Banda Aceh tiba di lokasi dan berkoordinasi dengan sejumlah unsur terkait. Tim kemudian melakukan pencarian dengan mengerahkan personel penyelam ke sekitar lokasi terakhir korban diketahui tenggelam.

Setelah penyelaman kedua berlangsung sekitar 20 menit, korban akhirnya ditemukan pada pukul 18.30 WIB. Saat ditemukan, Yanis sudah dalam kondisi meninggal dunia. Korban selanjutnya dievakuasi dari sungai dan dibawa menuju RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.

Dalam proses pencarian, tim SAR menghadapi kendala berupa arus sungai yang cukup kencang. Meski demikian, proses penyelaman tetap dilakukan dengan memperhatikan kondisi keselamatan personel yang berada di lokasi.

Operasi SAR melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Basarnas Banda Aceh, Polsek Kutaraja, Koramil Kutaraja, Pol Airud Polda Aceh, TNI AL, RAPI, BPBD Kota Banda Aceh, serta masyarakat.

Setelah korban berhasil ditemukan dan dievakuasi, operasi SAR diusulkan ditutup pada pukul 19.45 WIB. Seluruh personel dan unsur SAR yang terlibat kemudian dikembalikan ke instansi masing-masing.

Dalam pelaksanaan operasi tersebut, tim menggunakan sejumlah sarana dan peralatan pendukung, termasuk satu unit rescue carrier, satu unit rubber boat, peralatan SAR air dan perorangan, responder bag, serta perlengkapan selam.[CSA]

0 Komentar