Foto | Sebanyak 100 relawan terlibat dalam aksi gotong royong memperingati World Cleanup Day 2026 di Kota Sabang.(dok.DLHK Kota Sabang untuk AGN).

Sabang.AGN – Sebanyak 100 relawan terlibat dalam aksi bersih lingkungan memperingati World Cleanup Day (WCD) 2026 yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Sabang, Jumat (30/10/2026). Kegiatan tersebut berhasil mengumpulkan 133 kilogram sampah yang kemudian diangkut untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Aksi gotong royong tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, komunitas, dan generasi muda yang bersama-sama melakukan pembersihan lingkungan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap persoalan sampah sekaligus menjaga kebersihan Kota Sabang sebagai daerah tujuan wisata.

Kepala DLHK Kota Sabang, Faisal, S.T., M.T.P., mengatakan keterlibatan seratus relawan menunjukkan adanya kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Menurutnya, gerakan World Cleanup Day tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi perlu menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada aksi bersih lingkungan fisik semata, tetapi juga menjadi sarana strategis dalam membangun kesadaran moral masyarakat, khususnya generasi muda, agar senantiasa menjaga kebersihan dan kelestarian ekosistem di Kota Sabang,” ujar Faisal saat dikonfirmasi, Senin (2/11/2026).

Faisal menjelaskan, berdasarkan hasil pendataan selama kegiatan berlangsung, jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai 133 kilogram. Sampah tersebut selanjutnya ditangani oleh petugas DLHK dengan dukungan relawan yang terlibat dalam kegiatan pembersihan.

Ia menekankan bahwa penanganan persoalan sampah membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. Kebiasaan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah, serta menjaga kebersihan lingkungan rumah tangga dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi timbulan sampah.

“Beban pembersihan tidak boleh hanya ditumpukan pada petugas di lapangan, melainkan diawali dari kesadaran meminimalisasi penggunaan plastik sekali pakai,” tegasnya. Faisal berharap semangat gotong royong yang muncul melalui kegiatan WCD dapat terus dipertahankan dan menjadi kebiasaan masyarakat.

Seluruh sampah yang terkumpul dalam aksi tersebut diangkut menggunakan armada DLHK menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) untuk penanganan dan pengelolaan lebih lanjut, termasuk upaya daur ulang secara bertahap. Ke depan, DLHK Kota Sabang berencana terus melibatkan komunitas lokal dalam kegiatan edukasi dan pengelolaan sampah mandiri hingga tingkat gampong, sehingga kesadaran menjaga kebersihan dapat tumbuh secara berkelanjutan.[PIM]