Pemulihan Garam Rakyat Aceh Digelontor Rp5,1 Miliar, 254 Petambak Jadi Sasaran

Foto | Sarana produksi garam rakyat yang menjadi bagian dari program pemulihan pascabencana.(dok.kreasi AI AGN)

Banda Aceh.AGN – Pemerintah Aceh mengalokasikan lebih dari Rp5,1 miliar untuk memulihkan sarana produksi garam rakyat yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Program tersebut menyasar 254 penerima manfaat yang tersebar di Kabupaten Bireuen, Aceh Utara dan Aceh Timur. Anggaran pemulihan bersumber dari tambahan Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Aceh, Safrizal, mengatakan anggaran itu diarahkan untuk rekonstruksi, rehabilitasi serta pengembangan usaha garam rakyat agar aktivitas produksi masyarakat dapat kembali berjalan.

“Total pagu anggaran yang dialokasikan untuk program rekonstruksi, rehabilitasi, dan pengembangan usaha garam rakyat di Aceh mencapai lebih dari Rp5,1 miliar,” kata Safrizal dalam keterangan tertulis, Minggu (4/10/2026).

Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa penggantian fasilitas yang rusak. Pemerintah juga membangun dan memperbaiki sejumlah sarana produksi, mulai dari dapur perebusan, tungku hingga tunnel garam dengan konsep rumah kaca.

Kabupaten Bireuen mendapat alokasi terbesar, yakni lebih dari Rp2,96 miliar untuk 176 penerima manfaat. Selanjutnya, Aceh Timur memperoleh sekitar Rp1,29 miliar, sedangkan Aceh Utara mendapat alokasi Rp839,64 juta.

Penggunaan teknologi rumah kaca menjadi salah satu bagian dari program pemulihan tersebut. Fasilitas itu diharapkan membantu proses pengeringan garam menjadi lebih efisien dan tidak terlalu bergantung pada kondisi cuaca.

Safrizal berharap program tersebut tidak hanya mengembalikan sarana produksi petambak yang terdampak bencana, tetapi juga menjaga keberlanjutan produksi garam rakyat di Aceh.

Menurutnya, penguatan fasilitas produksi diperlukan agar usaha masyarakat lebih mampu menghadapi perubahan kondisi cuaca sekaligus mempertahankan kuantitas dan kualitas garam yang dihasilkan.

Program pemulihan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kembali aktivitas ekonomi masyarakat di sektor garam setelah terdampak bencana hidrometeorologi.[DIRMAN]

0 Komentar