Olah Ikan Depik Jadi Basreng, Tim ELPIS USK Raih Juara 3 ISFO 2026

Foto | Tim ELPIS USK mengembangkan Basreng Ikan Depik sebagai inovasi produk berbahan komoditas khas Danau Laut Tawar, Aceh Tengah.(dok.USK untuk AGN)

Banda Aceh.AGN – Kreativitas mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) dalam mengembangkan komoditas lokal Aceh kembali mendapat apresiasi di tingkat nasional. Tim ELPIS USK meraih Juara 3 Kategori Wirausaha Muda Syariah dan Duta Literasi Keuangan Syariah pada Indonesia Syariah Financial Olympiad (ISFO) 2026.

Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan Tim ELPIS membawa gagasan kewirausahaan melalui produk pangan berbahan dasar ikan depik, salah satu komoditas khas dari kawasan Danau Laut Tawar, Aceh Tengah.

Ikan depik yang selama ini dikenal sebagai bagian dari potensi perikanan lokal dikembangkan menjadi produk Basreng Ikan Depik. Inovasi itu ditawarkan sebagai salah satu cara memberikan nilai tambah terhadap komoditas daerah melalui pengolahan pangan yang lebih inovatif.

Gagasan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pendekatan kewirausahaan syariah yang dibawa Tim ELPIS dalam kompetisi. Potensi sumber daya lokal Aceh ditempatkan sebagai dasar pengembangan produk yang memiliki peluang untuk dikembangkan secara ekonomi.

Tim ELPIS diperkuat tiga mahasiswa dari disiplin ilmu berbeda. Azid Ramadhan dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), bertindak sebagai ketua tim. Dua anggota lainnya adalah Bintang Najwa Manurung dari Program Studi Manajemen FEB dan M. Ariel Zulya Ramadhan dari Program Studi Teknik Geofisika, Fakultas Teknik.

Untuk mencapai podium, tim tersebut harus melewati rangkaian seleksi yang cukup panjang. ELPIS terlebih dahulu masuk dalam 20 besar sebelum kembali menyisihkan peserta lain dan berhasil mengamankan posisi 10 besar.

Persaingan kemudian berlanjut pada tahap wawancara untuk menentukan lima tim yang berhak melaju ke babak akhir. Pada fase final, Tim ELPIS mempresentasikan gagasan dan inovasi yang mereka kembangkan hingga akhirnya ditetapkan sebagai salah satu dari tiga tim terbaik.

Capaian tersebut membawa Tim ELPIS ke acara penganugerahan yang berlangsung di Plaza Insan Prestasi Kemendikdasmen, Jakarta.

Dosen pembimbing Tim ELPIS, Dr. Evi Ramadhani, S.Si., M.Si., menyampaikan rasa syukur atas hasil yang diperoleh mahasiswanya. Menurut dia, posisi ketiga merupakan buah dari proses panjang yang dijalani tim sejak tahapan awal hingga final.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas capaian ini. Juara 3 ini merupakan hasil dari proses, kerja keras, dan semangat adik-adik mahasiswa dari tahap awal sampai final. Semoga pencapaian ini menjadi pengalaman berharga dan motivasi untuk terus berkembang,” ujar Evi.

Prestasi tersebut juga mendapat apresiasi dari Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof. Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH. Ia menyampaikan kebanggaannya atas keberhasilan mahasiswa USK bersaing dalam ajang yang diselenggarakan OJK tersebut.

Menurutnya, capaian Tim ELPIS memperlihatkan kemampuan mahasiswa dalam menghadapi kompetisi sekaligus mengembangkan gagasan usaha yang bersumber dari potensi daerah.

Keberhasilan tersebut menjadi pengalaman bagi Azid, Bintang dan Ariel untuk terus mengasah kreativitas serta kemampuan mengembangkan produk berbasis komoditas lokal. Pengalaman dari ISFO 2026 juga diharapkan dapat membuka ruang bagi pengembangan gagasan serupa di kalangan mahasiswa USK.

Pengembangan ikan depik menjadi produk olahan melalui gagasan Tim ELPIS menunjukkan bahwa komoditas lokal dapat ditempatkan sebagai bagian dari inovasi kewirausahaan mahasiswa. Dari potensi daerah, mereka mencoba menghadirkan produk dengan nilai tambah dan peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas.[CSA]

0 Komentar