
Foto | Kepala Kementerian Haji Sabang, Ustadz H. Ghazali, menyampaikan pentingnya kesiapan calon jemaah cadangan menghadapi peluang keberangkatan.(dok.AGN)
Sabang.AGN – Status sebagai calon jemaah haji cadangan tidak menutup peluang warga Kota Sabang untuk berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 1448 Hijriah. Karena itu, sekitar 31 jemaah cadangan diminta tetap serius mengikuti seluruh tahapan persiapan yang ditetapkan Kementerian Haji.
Kepala Kementerian Haji Sabang, Ustadz H. Ghazali, mengatakan para calon jemaah cadangan telah dipanggil untuk menyampaikan kesiapan sekaligus diarahkan mengikuti pemeriksaan kesehatan. Tahapan tersebut dinilai penting karena kesempatan berangkat dapat terbuka apabila terjadi perubahan pada daftar jemaah reguler.
“Jemaah cadangan bukan berarti tidak berangkat. Tahun lalu hampir semuanya berangkat, hanya ada beberapa yang memang tidak siap,” kata Ghazali, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, pengalaman musim haji sebelumnya menunjukkan posisi cadangan bukan sekadar menunggu tanpa kepastian. Ketika terdapat jemaah reguler yang menunda atau tidak dapat berangkat karena alasan tertentu, calon jemaah cadangan berpeluang mengisi posisi tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.
Namun, kesempatan tersebut harus diikuti kesiapan dari calon jemaah. Ghazali meminta 31 jemaah cadangan yang telah dipanggil tidak mengabaikan tahapan pemeriksaan kesehatan maupun kelengkapan administrasi.
Ia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan bagi calon jemaah cadangan juga membutuhkan biaya yang harus dipersiapkan secara pribadi. Karena itu, pihaknya terlebih dahulu meminta mereka menyatakan kesanggupan sebelum melanjutkan pemeriksaan ke tahapan berikutnya.
Selain pemeriksaan kesehatan, Kementerian Haji Sabang berencana memasukkan calon jemaah cadangan dalam kegiatan manasik haji. Kebijakan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi apabila sewaktu-waktu mereka mendapatkan kesempatan berangkat dalam waktu yang relatif singkat.
“Walaupun cadangan, kita berharap mereka serius. Kalau nanti mendapat kesempatan berangkat, tidak mungkin lagi kita melakukan manasik di perjalanan,” ujar Ghazali.
Keikutsertaan dalam manasik dinilai dapat memberikan bekal kepada calon jemaah sejak awal, terutama mengenai tata cara pelaksanaan ibadah haji. Dengan demikian, mereka tidak harus memulai seluruh persiapan dari awal ketika kesempatan keberangkatan datang.
Ghazali mengatakan pengalaman tahun sebelumnya menjadi alasan pihaknya meminta jemaah cadangan tetap mempersiapkan diri. Sebagian besar calon jemaah yang berada dalam daftar cadangan ketika itu akhirnya memperoleh kesempatan berangkat setelah terjadi perubahan pada daftar jemaah reguler.
Kondisi tersebut membuat status cadangan sebaiknya tidak dipandang sebagai kepastian untuk tidak berangkat. Sebaliknya, calon jemaah tetap perlu mempersiapkan kesehatan, dokumen perjalanan, administrasi dan pengetahuan mengenai pelaksanaan ibadah haji.
Kementerian Haji Sabang juga meminta para calon jemaah cadangan terus memantau informasi resmi. Perubahan daftar keberangkatan dapat terjadi sesuai perkembangan kuota dan kondisi jemaah yang sebelumnya masuk dalam daftar utama.
“Panggilan untuk berhaji ini harus disikapi dengan persiapan. Jadi ketika kesempatan itu datang, jemaah sudah siap secara kesehatan, administrasi dan pengetahuan,” kata Ghazali.
Dengan persiapan sejak dini, calon jemaah cadangan diharapkan tidak kehilangan kesempatan ketika memperoleh panggilan keberangkatan. Kesiapan tersebut juga menjadi bagian penting agar proses pergantian jemaah dapat berjalan lebih cepat apabila terdapat kursi yang harus diisi.
Kementerian Haji Sabang selanjutnya akan memantau perkembangan pemeriksaan kesehatan serta tahapan persiapan lainnya. Para calon jemaah cadangan diminta tetap menjaga kondisi fisik dan mengikuti arahan petugas sembari menunggu kepastian daftar keberangkatan musim haji 1448 Hijriah.[DIKK]
0 Komentar