DLHK Sabang Bergerak Cepat Atasi Keluhan Sampah di Balohan

Foto | Petugas DLHK Kota Sabang melakukan perbaikan dan modifikasi wadah sampah di TPA untuk digunakan sebagai pengganti sementara.(dok.AGN)

Sabang.AGN – Keluhan warga terkait rusaknya tempat penampungan sampah di Komplek Tsunami Jurong Blang Tunong, Gampong Balohan, langsung mendapat respons dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Sabang.

Wadah sampah yang mengalami kebocoran sebelumnya dikeluhkan warga karena menimbulkan bau tidak sedap. Kondisi tersebut juga menyebabkan sampah mudah berserakan setelah diacak-acak hewan liar di sekitar lokasi penampungan.

Persoalan itu kemudian disampaikan kepada Keuchik Gampong Balohan, Abdullah Imum. Ia mengatakan kondisi fasilitas penampungan sampah yang sudah tidak layak perlu segera ditangani agar tidak mengganggu kenyamanan warga sekaligus menjaga kebersihan lingkungan pemukiman.

“InsyaAllah akan segera kami sampaikan ke pihak terkait untuk menjadi perhatian. Masalah sampah dan tong sampah yang sudah bocor-bocor ini harus menjadi perhatian khusus,” ujar Abdullah Imum.

Aspirasi warga tersebut kemudian mendapat tindak lanjut dari DLHK Kota Sabang. Kepala DLHK Sabang, Faisal, S.T., M.T.P., mengatakan pihaknya mengambil langkah cepat dengan menyiapkan wadah penampungan pengganti untuk ditempatkan di kawasan Balohan.

Menariknya, wadah tersebut tidak langsung diperoleh melalui pengadaan baru. DLHK memanfaatkan fasilitas yang tersedia di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dengan melakukan perbaikan dan modifikasi agar dapat digunakan sebagai penampungan sementara.

“Ini kita coba perbaiki sendiri di TPA untuk menggantikan yang rusak di Balohan. Ini sebagai pengganti sementara untuk yang di Balohan,” kata Faisal, Selasa (1/9/2026).

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar persoalan fasilitas penampungan tidak sampai mengganggu pelayanan kebersihan di kawasan pemukiman. Wadah pengganti diharapkan dapat segera digunakan sembari menunggu penanganan lebih lanjut terhadap sarana persampahan yang mengalami kerusakan.

Respons cepat tersebut juga menjadi bagian dari upaya DLHK menjaga pelayanan kebersihan tetap berjalan di tengah keterbatasan sarana. Fasilitas penampungan menjadi salah satu bagian penting dalam sistem pengelolaan sampah karena berfungsi menampung sampah warga sebelum diangkut ke tempat pemrosesan akhir.

Kerusakan wadah sampah yang dibiarkan terlalu lama berpotensi menimbulkan persoalan baru, mulai dari bau, sampah yang berserakan hingga gangguan terhadap kenyamanan lingkungan. Karena itu, penanganan sementara menjadi langkah yang dinilai perlu dilakukan agar kondisi di lapangan tidak semakin buruk.

DLHK Kota Sabang sebelumnya juga telah mengusulkan rehabilitasi terhadap sejumlah kontainer sampah yang mengalami kerusakan. Selain perbaikan, pemerintah daerah turut merencanakan penambahan kontainer baru sebagai bagian dari pembenahan sarana persampahan.

Untuk kawasan Balohan, keberadaan wadah pengganti diharapkan dapat segera mengurangi ceceran sampah yang sebelumnya muncul akibat kondisi tempat penampungan yang rusak. Masyarakat juga diharapkan ikut menjaga fasilitas tersebut agar tetap dapat digunakan dalam jangka waktu lebih lama.

Pemerintah Gampong Balohan dan DLHK Sabang akan terus berkoordinasi terkait kebutuhan sarana persampahan di wilayah tersebut. Penanganan sementara ini menjadi langkah awal sebelum dilakukan peremajaan fasilitas secara lebih menyeluruh.

Dengan respons tersebut, keluhan warga Balohan terkait kondisi tempat penampungan sampah tidak dibiarkan berlarut. DLHK Sabang berupaya memastikan pelayanan kebersihan tetap berjalan sekaligus secara bertahap memperbaiki sarana persampahan yang kondisinya sudah tidak layak.[DIKK]

0 Komentar