Sabang.AGN – Pemerintah Gampong Paya Seunara terus berupaya menghadirkan inovasi dalam pengembangan pariwisata berbasis potensi lokal.
Salah satunya melalui penyelenggaraan Paya Seunara Adventure Festival (PSAF) 2026, sebuah event yang menggabungkan olahraga alam, promosi destinasi wisata, pelestarian lingkungan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat sebagai satu kesatuan.
Festival yang akan digelar pada Agustus 2026 itu diproyeksikan menjadi agenda wisata tahunan sekaligus memperkuat posisi Gampong Paya Seunara sebagai salah satu kawasan sport tourism unggulan di Kota Sabang.
Berbagai aktivitas yang disiapkan tidak hanya menyasar kalangan atlet dan komunitas olahraga, tetapi juga wisatawan serta masyarakat umum yang ingin menikmati keindahan alam Pulau Weh.
Keuchik Gampong Paya Seunara, Azhar bin Abdul Wahab, mengatakan penyelenggaraan PSAF merupakan bagian dari strategi pemerintah gampong untuk mengoptimalkan potensi alam yang dimiliki sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat.
Menurutnya, pembangunan sektor pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga harus dibarengi dengan penyelenggaraan kegiatan yang mampu menarik kunjungan wisatawan sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat.
"Melalui Paya Seunara Adventure Festival 2026 kami ingin memperkenalkan wajah baru pariwisata Sabang, khususnya di Gampong Paya Seunara. Festival ini tidak hanya menghadirkan olahraga, tetapi juga menjadi wadah promosi wisata alam, pelestarian lingkungan, serta penggerak ekonomi masyarakat melalui UMKM, homestay, kuliner, jasa transportasi, hingga pelaku ekonomi kreatif," ujar Azhar, Jumat (17/7/2026).
PSAF 2026 mengusung tema "Melalui Paya Seunara Adventure Festival 2026, Kita Tingkatkan Sportivitas, Lestarikan Alam, Berdayakan Ekonomi Masyarakat, dan Wujudkan Gampong Paya Seunara sebagai Destinasi Wisata Petualangan Berkelanjutan."
Tema tersebut menjadi cerminan komitmen pemerintah gampong dalam membangun sektor pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada jumlah kunjungan, tetapi juga menjaga kelestarian alam sebagai aset utama daerah.
Salah satu daya tarik utama festival ini adalah Trail Run 17 Kilometer yang akan membawa peserta melintasi jalur hutan tropis, jalan setapak alami, kawasan perbukitan, hingga perkebunan masyarakat dengan elevasi berkisar 600 sampai 700 meter di atas permukaan laut. Rute tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman berlari yang menantang sekaligus menyuguhkan panorama alam khas Pulau Weh.
Keistimewaan lintasan itu semakin lengkap karena para peserta akan disuguhkan pemandangan matahari terbenam dari kawasan perkebunan cengkeh di ujung paling barat Indonesia. Jalur tersebut juga menjadi lintasan forest trail running pertama yang dikembangkan di Kota Sabang dan diharapkan menjadi ikon baru wisata olahraga di Aceh.
Selain nomor trail run, panitia turut membuka Road Race 5 Kilometer untuk kategori umum dan pelajar, baik putra maupun putri. Perlombaan tersebut dirancang agar dapat diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari atlet, komunitas lari, keluarga, hingga pelajar sebagai bagian dari kampanye pola hidup sehat dan pembinaan olahraga sejak usia dini.
Panitia menjadwalkan Trail Run 17 Kilometer berlangsung pada Sabtu, 8 Agustus 2026 mulai pukul 14.30 WIB, sementara Road Race 5 Kilometer akan digelar pada Minggu, 9 Agustus 2026 pukul 06.30 WIB. Pemilihan waktu tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk menikmati keindahan alam Paya Seunara, termasuk panorama senja yang menjadi salah satu daya tarik lintasan.
Untuk meningkatkan antusiasme peserta, panitia menyediakan total hadiah sebesar Rp50 juta. Setiap peserta juga akan memperoleh race pack yang terdiri atas jersey resmi, nomor peserta (race bib), medali finisher, serta konsumsi selama kegiatan berlangsung.
Azhar mengungkapkan panitia menargetkan kehadiran 500 hingga 1.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran peserta dari luar daerah diyakini akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan tingkat hunian homestay, omzet pelaku UMKM, sektor kuliner, jasa transportasi, hingga usaha ekonomi kreatif masyarakat.
"Penyelenggaraan festival ini kami harapkan mampu memberikan manfaat yang luas. Tidak hanya memperkenalkan keindahan alam Paya Seunara, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Semakin banyak wisatawan yang datang, semakin besar pula peluang usaha yang dapat dinikmati warga," jelasnya.
Pendaftaran PSAF 2026 telah dibuka melalui laman www.payaseunarafest.com. Biaya pendaftaran ditetapkan sebesar Rp300 ribu untuk kategori Trail Run 17 Kilometer, Rp175 ribu untuk Road Race 5 Kilometer kategori umum, serta Rp100 ribu bagi peserta kategori pelajar.
Melalui penyelenggaraan Paya Seunara Adventure Festival 2026, Pemerintah Gampong Paya Seunara berharap kawasan tersebut semakin dikenal sebagai destinasi wisata petualangan yang mengedepankan olahraga, konservasi alam, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Festival ini juga diharapkan menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat citra Sabang sebagai salah satu destinasi wisata olahraga terbaik di Indonesia bagian barat.[ARDHA.R]

0 Komentar